SECURITY JOURNAL Agustus 2007

SPECIAL ISSUE: Pengamanan Acara
Belum lama ini perhelatan Piala Asia berakhir di Indonesia. Terlepas dari prestasi tim sepak bola Indonesia di perhelatan akbar empat tahunan ini, apresiasi negatif pertandingan sepak bola berkenaan dengan masalah keamanan masih belum hilang. Masyarakat masih enggan untuk datang ke stadion menyaksikan pertandingan sepak bola karena satu alasan: rusuh. Jauh hari sebelum turnamen sepak bola tingkat Asia ini dimulai, sebuah konser musik grup band papan atas berujung pada kepanikan ketika delapan orang penonton tewas akibat kelalaian penyelenggara dalam mengendalikan jumlah penonton di lokasi konser. Ini bukan kali pertama sebuah konser musik menuntut nyawa penontonnya. Kalau dirunut sejak konser akbar Deep Purple di Senayan tahun 1975 atau konser Sepultura dan Metallica di Lebak Bulus, aksi perkelahian, vandalisme, dan anarki di arena konser seolah terjadi silih berganti tanpa henti. Seorang event organizer musik bahkan berkeluh kesah, “konser grup musik religius saja bisa rusuh sekarang”. Pertanyaan terbesar adalah: dalam sebuah event, baik olah raga atau musik, seberapa besar penghargaan yang diberikan terhadap suporter atau penonton yang hadir di lokasi?

Budi Setiawan (Researcher Badan Liga Indonesia): Kita Sudah Punya Manual Liga
Iwan (DETEKSI Production): Personil Pengamanan Perlu Seribu Orang
Bambang Setyawan (Dyandra Production): Tim Khusus Masalah Pengamanan

FIRE REVIEW: Perencanaan Darurat Di Tengah Event
Ada dua jenis kondisi darurat yang dapat terjadi di acara luar ruangan, yakni insiden ringan dan peristiwa besar. Insiden ringan didefinisikan sebagai kondisi yang tidak memerlukan intervensi dari petugas penyelamat darurat dan aparat terkait. Penanganannya cukup dilakukan dengan menerapkan contingency plan. Satu hal yang harus dipahami adalah insiden ringan dapat berubah menjadi peristiwa besar jika tidak ditangani dengan baik dan tidak dipersiapkan langkah-langkah penanganannya dengan benar. Peristiwa besar adalah kejadian atau situasi yang memerlukan keterlibatan tim P3K, ambulan, dan polisi setempat untuk penanganan situasi dan evakuasi korban dalam jumlah besar.

Freddy S. Aling (Kasudin Damkar Jaksel): Panggung Musik Rawan Kebakaran

LOSS PREVENTION: Pengamanan Acara
FIRE TECHNO: Breathing Aparatus
FIRE ANALYZES: FSM Bangunan Tinggi (bagian 2)
SECURITY TECHNO: Walkthrough Metal Detector